150 Orang Guru Mapel SMP Ikuti Workshop Pengembangan RPP

Sedikitnya 150 orang guru mata pelajaran (mapel) jenjang SMP mengikuti workshop pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo di aula SMPN 1 Maron, Senin hingga Rabu (29-31/7/2019).

Ratusan guru tersebut berasal dari 6 (enam) mapel, meliputi mapel Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, Bahasa Inggris, IPS dan PPKn. Selama 3 (tiga) hari kegiatan, pelaksanaan workshop pengembangan RPP ini terdiri dari 2 (dua) hari kegiatan in di SMPN 1 Maron dan 1 (satu) hari kegiatan on di sekolah masing-masing. Sebagai narasumber berasal dari Pengawas SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP Sudarsono mengatakan kegiatan ini bertujuan agar guru atau peserta mampu menyusun RPP sesuai tuntutan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Selain itu, guru mata pelajaran jenjang SMP bisa mengembangkan RPP yang memuat inovasi pembelajaran. Workshop pengembangan RPP ini merupakan kegiatan pelatihan penyusunan Kurikulum SMP,” katanya.

Menurut Sudarsono, dengan adanya workshop pengembangan RPP ini para guru bisa menyusun RPP dan dapat mengembangkan inovasi pembelajaran (inobel) yang kreatif. Oleh karena itu, para guru mapel harus bisa memanfaatkan momentum ini karena tidak semua guru mendapatkan kesempatan untuk mengikuti workshop pengembangan RPP.

“Dari total 150 orang peserta, 60% diantaranya berasal guru swasta. Hal ini dikarenakan SMP negeri yang ada di Kabupaten Probolinggo hanya 74 lembaga, sementara SMP swasta sebanyak 145 lembaga. Supaya ada pemerataan untuk pengembangan ke satuan pendidikan yang lain,” jelasnya.

Dengan adanya workshop pengembangan RPP ini Sudarsono mengharapkan para guru mata pelajaran jenjang SMP yang ada di Kabupaten Probolinggo mampu menyusun RPP dengan baik. “Tentunya dengan pengembangan inovasi pembelajaran yang kreatif demi peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)