Pendidikan

Festival Anak Istimewa SLB Ramaikan Peringatan Hari Disabilitas Internasional

KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2019, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Pendidikan Khusus Layanan Khusus (MKKS-PKLK) dan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Khusus (KKG-PK) Kabupaten Probolinggo menggelar “Festival Anak Istimewa SLB” se-Kabupaten Probolinggo di GOR Sasaran Krida Kota Kraksaan, Selasa (17/12/2019).

Festival Anak Istimewa SLB ini diisi dengan kegiatan senam bersama dan gebyar seni murid-murid SLB se-Kabupaten Probolinggo. Serta lomba siswa SLB meliputi lomba desain batik, lomba mewarnai dan lomba menyanyi.

Kegiatan ini diikuti oleh 300 orang peserta terdiri dari 150 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), 50 orang guru dan kepala sekolah SLB dan 75 orang wali murid dari 5 (lima) SLB (Sekolah Luar Biasa) di Kabupaten Probolinggo. Yakni, SLB Negeri Gending, SLB Negeri Kraksaan, SLB Dharma Asih  Kraksaan, SLB ABCD Raudlatul Jannah Gending dan SDLB Mambaul Ulum Paiton.

Festival Anak Istimewa SLB ini dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati dengan memotong tali balon HDI (Hari Disabilitas Internasional) tahun 2019.

Pembukaan Festival Anak Istimewa SLB ini dihadiri oleh Ketua GPK (Guru Pendamping Khusus) Kabupaten Probolinggo Husnul Chotimah, Pengawas PK (Pendidikan Khusus) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Probolinggo serta Ketua MKKS-PKLK Kabupaten Probolinggo Wulandoko.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indariyati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Festival Anak Istimewa SLB dalam rangka untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2019.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi anak berkebutuhan khusus dalam menyalurkan bakat, minat dan potensinya masing-masing,” harapnya.

Sementara Ketua MKKS-PKLK Kabupaten Probolinggo Wulandoko mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak dan kesejahteraan para penyandang cacat demi meraih cita-citanya.

“Selain itu, sebagai upaya pengembangan bakat dan minat dalam berkesenian, keterampilan, vokasional maupun persamaan hak dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Untuk lomba-lomba yang dilaksanakan, para peserta dinilai oleh dewan juri dengan kriteria yang berbeda. Untuk lomba desain batik dengan tema “Khas Probolinggo” dan lomba mewarnai dengan tema “Kekayaan Nusantara”, kriteria penilaian difokuskan kepada kreatifitas, keindahan, kerapian, kebersihan, ketepatan waktu dan komposisi warna.

Sementara untuk lomba menyanyi, para peserta bisa memilih materi lagu diantaranya Jangan Menyerah “D’Masiv”, Hargai Aku “Armada” dan Karena Itu Aku Bisa “Denly Pritania”. Kriteria penilaian difokuskan kepada teknik vocal, interpretasi lagu (improvisasi dan musikalitas) dan penampilan.

“Dengan kegiatan ini harapannya masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata dan tidak membeda-bedakan mereka. Bahkan, masyarakat  kini mulai cukup terbuka untuk menerima teman disabilitas,” harap Wulandoko.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pembagian doorprize oleh pihak sponsor diantaranya Diva Swalayan Kraksaan, Dwarnaland Print, Endang Suherna Group, Toko Jamu Bu Tatik serta Arif Souvernir Al Fatih. (wan)

Back to top button