IGTKI Kraksaan Gelar Lomba Seleksi HAN 2019

KRAKSAAN – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Hari Kartini dan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-273, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Kraksaan menggelar lomba seleksi HAN tingkat Kecamatan Kraksaan, Selasa (23/4/2019).

Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Kota Kraksaan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina dengan pelepasan balon. Pembukaan ini dimeriahkan dengan penampilan Tari Payung masal yang dibawakan oleh para peserta didik TK se-Kecamatan Kraksaan.

Lomba seleksi HAN ini diikuti oleh 224 anak yang berasal dari 32 lembaga TK negeri/swasta yang ada di Kecamatan Kraksaan. Mereka mengikuti 5 (lima) jenis lomba meliputi syair, menyanyi, lomba egrang bathok, lomba memindah dingklik dan fingger print.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada IGTKI Kecamatan Kraksaan yang telah menyelenggarakan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat kecamatan dengan pagelaran Tari Payung secara massal dan berbagai lomba. Terlebih kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri bekerja sama dengan orang tua murid.

“Semoga melalui kegiatan ini dapat diagendakan secara rutin setiap tahun dalam rangka memberikan perkuatan pendidikan karakter sehingga para peserta didik TK menjadi anak yang ceria, sehat, trampil, cerdas dan berbudi pekerti yang luhur,” harapnya.

Sementara Ketua IGTKI Kecamatan Kraksaan Suwandi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru maupun siswa di pengembangan bahasa dan seni serta menjalin silaturohim sesama lembaga PAUD di Kecamatan Kraksaan.

“Selain itu, melatih keberanian anak dalam bersosial dengan masyarakat banyak, melatih ketrampilan dalam bidang olahraga/pengembangan fisik motorik anak serta melatih kemandirian dalam melakukan kegiatan,” katanya.

Dengan lomba seleksi HAN ini Suwandi berharap akan mendapatkan wakil-wakil yang terbaik, berbakat dan lebih baik dari sebelumnya untuk selanjutnya akan mengikuti lomba seleksi HAN tingkat Kabupaten Probolinggo. Guru-guru juga harus terus kreatif dan inovatif dalam setiap kegiatan pembelajarannya.

“Bagi yang anak didiknya masih belum bisa menjadi juara, janganlah berputus asa agar terus kreatif dan inovatif dalam mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki anak didiknya,” pungkasnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + six =