Pendidikan

Guru TK Tunas Suci Gelar Pembelajaran Inovatif dan Kreatif Berbasis Kearipan Lokal

BESUK – Guru TK Tunas Suci Desa Randujalak Kecamatan Besuk didampingi Pengawas TK Kecamatan Besuk Sri Dewi Mulyati memberikan pembelajaran inovatif dan kreatif berbasis kearipan lokal di unit usaha gerabah milik Muhammad Dusun Pan pan Desa Alaskandang Kecamatan Besuk, Kamis (6/2/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto dan Kasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Massajo.

Kepala TK Tunas Suci Martin Erlinda menyampaikan bahwa tujuan peserta didik sebanyak 30 orang dari kelas A dan B didampingi 7 orang guru TK diantaranya melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai silbus dan tema yang telah disusun oleh lembaga, mengenalkan dan mengasah emosional dan sosial anak tentang potensi pedesaan dan kearipan lokal,

“Selain itu, mengenalkan cara membuat aneka ragam hasil keterampilan gerabah dari tanah liat serta belajar bersosialisasi dan memperkuat motorik kasar dan motorik halus,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan para guru dan peserta didiknya sejak dikenalkan tentang potensi desa, khususnya gerabah di Desa Alaskandang.

“Hal ini penting agar anak-anak tetap berwawasan memajukan potensi pedesaan, melestarikan kegiatan usaha ekonomi produktif serta mempertahankan budaya lokal serta adat istiadat rumah tangga penggunaan media gerabah dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Kegiatan outing class melihat proses pembuatan gerabah dan praktek langsung membuat tempat pensil, alat dan bahan tanah liat yang sudah diolah, alat putar, air dan kain basah. “Harapannya belajar tidak harus di sekolah belajar secara langsung akan menumbuhkan kreatifitas anak,” jelasnya.

Sementara Pengawas TK Kecamatan Besuk Sri Dewi Mulyati mengharapkan kegiatan ini menjadi motivasi bagi guru dan peserta didik untuk memanfaatkan metode dan media belajar bersumber dari potensi dan kearipan lokal pedesaan.

Sedangkan Kasi PTK PAUD PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Massajo sangat mendukung program sekolah TK PAUD yang telah menerapkan model pembelajaran outing class sebagai rencana dan bentuk pembelajaran bagi peserta didik TK PAUD sangat tepat. Peserta didik tidak hanya membayangkan ketika guru, orang tua dan lainnya berbicara gerabah serta celengan dari tanah liat, tapi peserta didik dapat melihat secara nyata bahan, proses dan manfaat tentang hasil keterampilan tanah liat.

“Disamping itu agar dapat melatih keberanian anak dan mengurangi ketergantungan gadget dengan berkreasi membuat tempat pensil dari tanah liat. Anak tidak takut kotor bermain tanah liat. Guru TK-PAUD terus berkreasi untuk menciptakan pembelajaran menyenangkan,” ungkapnya. (wan)

Back to top button