Lomba Kreasi Hijab Semarakkan HUT DWP dan Hari Ibu

PAJARAKAN – Dalam rangka menyambut Hari Ibu dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun 2019, DWP Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Pajarakan menggelar lomba kreasi hijab di aula KPRI Sejahtera Kecamatan Pajarakan, Rabu (18/12/2019).

Lomba kreasi hijab ini diikuti oleh perwakilan DWP dari 22 lembaga pendidikan yang ada di wilayah Kecamatan Pajarakan. Rinciannya, 20 lembaga SD dan 2 lembaga SMP. Mereka dinilai dari segi kreatifitas, kerapian dan keindahan oleh beberapa dewan juri yang berasal dari pengurus DWP yang ada di Kecamatan Pajarakan.

Kegiatan yang mengambil tema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju“ini dihadiri oleh Camat Pajarakan Munaris didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pakuniran Ny. Munaris, Kapolres Pajarakan, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pajarakan selaku Ketua DWP Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pajarakan Dyah Amiyah Lindayani.

Dalam sambutannya Camat Pajarakan Munaris memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DWP Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pajarakan yang telah berinovasi menyelenggarakan kegiatan lomba kreasi hijab.

“Semoga kegiatan ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para ibu-ibu DWP dalam hal kreasi hijab. Paling tidak nantinya setelah lomba ini bisa mengetahui beberapa kreasi lomba yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Sementara Ketua DWP Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Pajarakan Dyah Amiyah Lindayani mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas para ibu-ibu DWP. Sebab kalau sudah mampu berkreasi maka nantinya bisa menambah income keluarga.

“Lomba kreasi hijab ini dipilih karena memang merupakan program-program Dharma Wanita Persatuan dari awal tahun. Memang sebelum lomba ini ada pelatihan hijab, kemudian program pelatihan itu diaplikasikan ke lomba ini. Sehingga ada wujudnya tidak hanya sekedar latihan kemudian ada tindak lanjutnya berupa lomba kreasi hijab,” ungkapnya.

Melalui lomba kreasi hijab ini Linda mengharapkan nantinya mampu mewujudkan wanita yang berkreasi tinggi sehingga bisa menunjang ekonomi tidak hanya menggantungkan kepada suaimi. Jadi tidak menunggu belas kasihan dari suaminya.

“Saya menghimbau agar pengurus DWP itu tidak hanya sekedar sebagai seorang ibu, tetapi seorang ibu yang bisa mendidik putra putrinya dan membantu suaminya untuk menambah ekonomi keluarganya. Bagaimana membantu pekerjaan suami sehingga suami yang biasanya ogah-ogahan bekerja bisa termotivasi untuk lebih disiplin,” terangnya.

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, Linda meminta kepada para kaum wanita milenial agar tidak gagap teknologi (gaptek) dan ketinggalan zaman. Wanita milenial harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan sebaik-baiknya untuk menambah pengetahuannya.

“Wanita milenial harus selalu update terhadap segala perubahan-perubahan terbaru sehingga tidak sampai ketinggalan. Manfaatnya kemajuan teknologi untuk menambah pengetahuan agar bisa terus berinovasi dan berkreasi,” pungkasnya. (wan)