Pemkab Peringati Harjakapro Ke-273

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-273 tahun 2019 dalam sebuah upacara bersama di Alun-alun Kota Kraksaan, Senin (22/4/2019) pagi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bakorwil V Jember R. Tjahjo Widodo, jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono dan sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Upacara bersama ini diikuti oleh karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo, Satuan Pengamanan, PMI, Karang Taruna, mahasiswa dan pelajar yang ada di wilayah Kota Kraksaan. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan Komandan Upacara adalah Camat Leces Kristiana Ruliani.

Sebagai Perwira Upacara adalah Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, pembaca teks Pembukaan UUD 1945 Dantonia Anugerah Permana Sari dari Dinas Kesehatan, pembaca doa Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurhayati, pengibar bendera dari SMAN 1 Kraksaan (Mafi Musyikilah Dwi Cahyaningtyas, Olivia Septa Milenia dan Martha Ayu Herlyna), pembawa Panji Lambang Kabupaten Probolinggo dari Sapol PP serta Korps Musik Gita Wibawa Praja Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

Dalam upacara peringatan Harjakapro ke-273 ini juga dibacakan Sejarah Singkat Kabupaten Probolinggo oleh anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo. Serta penandatanganan Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas oleh Wabup Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Hadi Prayitno dan Kepala Puskesmas Sumberasih drg. Wahyuningsih.

Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dalam sambutannya mengatakan setiap kali memperingati Hari Jadi Kabupaten Probolinggo senantiasa tersedia tiga momentum yang patut diiringi dengan doa syukur. Pertama momentum indah penuh kenangan saat Kiai Djojolelono dilantik menjadi Bupati Probolinggo pertama pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram tanggal 18 April 1746.

“Kedua, momentum kebersamaan yang menginspirasi saat para pemangku kepentingan menyepakati tanggal 18 April sebagai Hari Jadi Kabupaten Probolinggo. Ketiga momentum koordinasi, komunikasi dan sinergi perjuangan mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo berakhlak mulia, yang sejahtera, berkeadilan dan berdaya saing,
sebagaimana visi Kabupaten Probolinggo tahun 2018 2023,” katanya.

Lebih lanjut Wabup Timbul mengajak dan sekaligus mempersilakan seluruh komponen pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, untuk bersatu padu dalam dua hal. Pertama, bersama-sama memberikan penghormatan dan penghargaan kepada setiap pribadi, setiap kelompok yang telah membangun dan memperjuangkan Kabupaten Probolinggo sampai hari ini.

“Kedua, bersama-sama mengayunkan langkah dalam mewujudkan daya saing daerah, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Senantiasa ada dialog dan diskusi diantara kita antara unsur pemerintah, masyarakat dan dunia usaha demi keberkahan dan kemajuan Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Menurut Wabup Timbul, di bulan April ini kita memiliki tiga hari bersejarah. Pertama, Harjakapro ke-273 dengan harapan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten Probolinggo kedepan semakin inovatif, kreatif, kompetitif, maju dan terus berkembang. Kedua, Hari Kartini dengan harapan semoga semangat dan cita-cita Kartini mampu kita implementasikan dalam setiap program kegiatan pembangunan daerah secara holistik, menuju kesetaraan dan keadilan gender serta pemenuhan hak-hak anak.

“Ketiga Hari Otonomi Daerah ke-XXIII tanggal 25 April 2019 dengan harapan semoga Aparatur Sipil Negara yang sudah baik ini, kedepan menjadi lebih baik lagi, lebih amanah dalam pelayanan publik dan lebih profesional,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Pemilihan Abdi Yasa Teladan Tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2019. Dan puncaknya penampilan Tari Kolosal berupa Tari Kiprah Glipang persembahan dari pelajar Kabupaten Probolinggo sebanyak 273 pelajar. Penampilan tari ini terlebih dahulu diawali dengan cuplikan film dokumenter bertajuk 273 Jejak Glipang. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =