Pendidikan

Pendidik SMP Negeri/Swasta Di Kraksaan Dilatih Akselerasi Digital Pembelajaran

Sub Rayon 08 Kraksaan memberikan pelatihan akselerasi digital pembelajaran bagi pendidik SMP negeri/swasta yang ada di wilayah Kecamatan Kraksaan, Senin (10/8/2020). Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kraksaan ini diikuti oleh 40 orang guru dari lembaga SMP negeri/swasta di Kecamatan Kraksaan.

Seluruh peserta terbagi ke dalam 2 (dua) ruangan yang masing-masing berisi 20 orang dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat mulai dari cuci tangan, pengukuran suhu tubuh, memakai masker dan jaga jarak. Karena pembukaannya diikuti oleh 40 orang, maka dilaksanakan di Lapangan Basket SMP Negeri 2 Kraksaan.

Kepala SMP Negeri 2 Kraksaan selaku ketua panitia Miswagiyanto didampingi Widiarto selaku Pendamping Kegiatan Sub Rayon 08 Kraksaan mengungkapkan kegiatan ini merupakan sebuah upaya pengimbasan bagi guru-guru yang ada di lingkungan Sub Rayon 08 Kraksaan yang membawahi 20 lembaga SMP negeri/swasta.

“Karena ini pengimbasan, peserta tiap sekolah sebanyak 4 orang guru yang tidak berorientasi kepada mata pelajaran (mapel). Sebab pada intinya disini adalah akselerasi digital berkaitan dengan pembelajaran digital. Yang mana nantinya arahnya menghasilkan e-book untuk pembelajaran interaktif yang cocok di masa pandemi COVID-19,” katanya.

Dalam pelaksanaannya terang Miswagiyanto, setiap ruangan berisi 20 orang dengan dibantu oleh 2 orang fasilitator. “Harapannya para peserta ini nantinya bisa mengimbaskan kembali kepada guru-guru lain di satuan kerjanya masing-masing,” jelasnya.

Miswagiyanto menerangkan materi yang diberikan adalah buku digital dan quis interaktif. Jadi dua materi ini yang nantinya akan diberikan kepada anak-anak secara online. Bukunya itu sebagai pengganti materinya dan quisnya itu untuk latihan soalnya. Supaya anak-anak tidak merasa bosan memakai itu-itu saja.

“Pelatihan ini menggunakan in dan on. Jadi in-nya itu sekarang selama sehari dan on-nya adalah tugas menyusun e-booknya selama tiga hari. Kemudian diberikan ke anak-anak dan hasilnya diberikan kepada pengawas. Nantinya peserta itu langsung mengirimkan hasilnya yang sudah dicobakan kepada anak-anak. Baru nanti diberikan sertifikat,” terangnya.

Lebih lanjut Miswagiyanto menegaskan kegiatan ini masuk dalam pengembangan profesi berupa pengembangan diri. Sekaligus bagaimana menghindari adanya kebosanan anak di masa pandemi COVID-19 ini dengan menggunakan pambelajaran daring supaya tidak hanya WhattsApp (WA) saja. Sehingga ini masuk ke pengembangan IT (Informasi Teknologi).

“Jadi untuk kompetensi pedagogik dan kompetensi professional guru. Yakni guru mengajar melalui cara literasi digital. Tentunya supaya bisa menghindari kebosanan bagi peserta didik,” tegasnya.

Hanya saja tambah Miswagiyanto, penyusunan e-book ini berbeda antara lembaga yang satu dengan yang lainnya. Melihat kondisi wilayah dan kemampuan anak-anak. “Ini merupakan sebuah inovasi untuk melakukan pencegahan penularan COVID-19 melalui pembelajaran digital. Bagaimana mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan,” pungkasnya. (wan)

Back to top button