Pendidikan

Peringati 10 Muharram, Baznas Santuni 1.300 Anak Yatim

DRINGU – Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1443 Hijriyah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo memberikan santunan kepada 1.300 anak yatim yang ada di Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing kecamatan diambil 50 anak yatim.

Setiap anak yatim masing-masing mendapatkan tas sekolah lengkap dengan alat tulis senilai Rp 125 ribu dan uang saku senilai Rp 75 ribu, sehingga totalnya setiap anak menerima Rp 200 ribu.

Kamis (19/8/2021) pagi, penyaluran santunan bagi anak yatim ini dilaksanakan di aula SDN Kedungdalem II Kecamatan Dringu. Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis kepada beberapa anak yatim. Penyerahan selanjutnya dilakukan secara door to door kepada para anak yatim yang ada di Kecamatan Dringu.

Penyaluran santunan kepada anak yatim ini dilaksanakan secara bertahap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.

“Kegiatan ini merupakan peringatan 10 Muharram yang rutin dilakukan oleh Baznas berupa santunan kepada anak yatim. Untuk tahun 1443 Hijriyah ini santunan diberikan kepada 1.300 anak yatim,” kata Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzamil.

Menurut Muzamil, untuk di wilayah Kecamatan Dringu penyalurannya berjalan sesuai dengan harapan bersama. “Kita tetap mengacu kepada protokol kesehatan dan tidak ada acaranya yang sifatnya seremonial. Tadi hanya doa bersama dan langsung diberikan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Muzamil menjelaskan kegiatan ini sudah terbiasa dan sudah disunnahkan setiap tanggal 10 Muharram, amalan-amalan Asyura diantaranya adalah menyantuni anak yatim. Hal ini yang menjadi tujuan utama dari Baznas untuk melaksanakan sunnah yang sudah dilaksanakan oleh Rasululllah SWT.

“Selain itu, untuk berbagi kebahagiaan kepada anak yatim yang jumlahnya tidak sedikit di Kabupaten Probolinggo. Namun kemampuan dari Baznas setiap kecamatan hanya 50 nak. Tetapi penerima tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Lebih lanjut Muzamil mengharapkan ke depan bagaimana untuk tahun-tahun yang akan datang lebih banyak penerima dan nilainya ada peningkatan. Bukan hanya Rp 200 ribu lagi tetapi bisa Rp 300.

“Untuk memperoleh dana tersebut kita butuh kepada semua masyarakat Kabupaten Probolinggo yang sudah mempunyai kewajiban berzakat silahkan menunaikan zakatnya melalui organisasi tidak melakukan pengelolaan zakat itu secara langsung kepada masyarakat. Sebab pengelolaannya sudah profesional,” pungkasnya. (wan)

Back to top button