Ratusan Siswa PAUD Non Formal Dilatih Manasik Haji Kecil Ceria Anak Usia Dini

Sedikitnya 500 orang siswa PAUD Non Formal dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan manasik haji kecil ceria anak usia dini dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Himpaudi Kabupaten Probolinggo dan Bank Jatim Cabang Kraksaan, Rabu (28/8/2019) pagi di obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending.

Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan siswa PAUD Non Formal yang didampingi oleh para orang tuanya dan pendamping masing-masing ini sudah berdatangan di Miniatur Ka’bah. Baik siswa PAUD maupun orang tua dan pendampingnya sama-sama mengenakan pakaian serba putih.

Kegiatan ini dibuka dan dilepas secara resmi oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Turut mendampingi Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Khoirul Bariyyah serta perwakilan Bank Jatim Cabang Kraksaan.

Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter sejak usia dini serta berbagi informasi, khususnya memperkenalkan rukun Islam yang kelima, dalam hal ini ibadah haji ke tanah suci Mekah dan Madinah.

“Harapannya agar hal ini membekas dan adik-adik memiliki pengalaman spiritual sehingga diharapkan kelak adik-adik memiliki keinginan dan cita-cita untuk sungguh-sungguh dapat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekah dan Madinah,” ungkapnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE memberikan apresiasi kepada Dispendik, Himpaudi dan Bank Jatim Cabang Kraksaan yang telah menginisiasi dan istiqomah melaksanakan pelatihan manasik haji kecil ceria anak usia dini di Kabupaten Probolinggo.

“Kegiatan hari ini harapan saya kemudian anak-anak tidak hanya happy untuk hadir di Miniatur Ka’bah, walaupun mungkin sekarang syariat mereka belum paham mengapa harus mengelilingi dan apa namanya. Mungkin hal ini harus disampaikan guru dari safa ke marwah sampai 7 kali dan lain sebagainya, mabit di muzdalifah sampai dengan kemudian lempar jumroh,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mengharapkan semoga tidak lupa bahwasanya orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Penting sekali bagi orang tua dan guru bagaimana bersama-sama bekerja sama menghantarkan anak-anaknya sehingga nanti harapannya manasik ini menjadi memori yang terus diingat oleh anak-anak.

“Semuanya akan menjadi penyemangat bagi mereka hari ini dan seterusnya, kelak bagaimana mereka bercita-cita untuk sampai di Mekah dan Madinah melaksanakan haji dan umroh,” jelasnya.

Hal ini penting dilakukan oleh orang tua dan guru terang Bupati Tantri, karena mendidik untuk membuat manusia pintar itu sebetulnya mudah dan hanya butuh waktu tidak lama. Minimal dari SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 2 tahun sudah bisa membaca, menulis dan berhitung. Tetapi membentuk kepribadian itu membutuhkan waktu sepanjang hidup manusia.

“Oleh karenanya sekali lagi saya ingin mengingatkan kepada guru dan orang tua kegiatan hari ini agar supaya dilaksanakan dengan khusyuk. Terpenting adalah guru serta orang tua memberikan semangat bagi dirinya sendiri. Sebab saya yakin utamanya guru tidak ada yang ingin berhenti berikhtiar dan tidak ingin berhaji. Tetapi bagaimana kemudian ikhtiar menuju kesana dimulai hari ini,” terangnya.

Menurut Bupati Tantri, bagaimana orang tua dan guru yang menjadi panutan generasi penerus bisa terus bermuhasabah diri dan memperbaiki diri supaya menjadi orang tua yang lulus yang mampu menghantarkan anak-anaknya menjadi anak yang pintar dan sholeh sholehah.

“Semua ini tergantung kepada orang tua dan guru yang mendidik agar mampu menjadi penyemangat diri sendiri bersama-sama bagaimana menjadi guru dan orang tua mampu membentuk karakter anak-anak kita dan siswa siswi didik kita menjadi manusia-manusia yang sholeh sholehah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tantri juga secara simbolis memberikan bingkisan cantik pemberian dari Bank Jatim Cabang Kraksaan kepada seluruh peserta didik yang sudah semangat mengikuti pelatihan manasik haji kecil ceria anak usia dini se-Kabupaten Probolinggo. (wan)