Siapkan Kader Desa Sebagai Calon Guru Pos PAUD Desa Sindetlami

BESUK – Sedikitnya 8 (delapan) orang kader desa di Desa Sindetlami Kecamatan Besuk disiapkan menjadi calon guru Pos PAUD Desa Sindetlami. Upaya itu diberikan dengan memberikan bimbingan teknis (bimtek) penyelenggaraan rintisan Pos PAUD di Balai Desa Sindetlami Kecamatan Besuk, Senin (16/9/2019).

Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sindetlami Sudaipi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sindetlami Ny. Sudaipi dan Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo. Dalam kesempatan tersebut, Sudaipi menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Penilik kepada Desa Sindetlami untuk diselenggarakan rintisan Pos PAUD.

“Tentunya kami sebagai kepala desa berharap nantinya Pos PAUD berjalan, baik kader-kader dan para orang tua yang mempunyai anak usia 0-2 tahun. Secara bertahap desa akan membantu dan mencukupi kebutuhan Pos PAUD,” katanya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sindetlami Ny. Sudaipi mengaku senang dan bangga desanya bisa merintis Pos PAUD. Baginya cukup penting untuk menambah wawasan dan perhatian terhadap anak-anak baduta.

“Terutama orang tuanya perlu diberi bekal dan pengetahuan pentingnya pola asuh dan bermain, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Penilik Diktara Kecamatan Besuk,” ungkapnya.

Penilik Diktara Kecamatan Besuk Massajo sebagai pemateri bimtek penyelenggaraan rintisan Pos PAUD Desa Sindetlami menjelaskan peran dan kebijakan kepala desa merupakan dasar pijakan untuk mendirikan dan merawat keberlangsungan lembaga Pos PAUD desa, terutama intervensi dan pendanaannya. “Kader-kader yang dilibatkan merupakan orang-orang terbaik, dipilih SDM-nya berdasar etos kerja dan pengabdiannya kepada desa selama ini,” ujarnya.

Menurut Massajo, Penilik sebagai pembina teknis dalam penyelenggaraan PAUD dan Dikmas, pengendalian mutu dan evaluasi dampak program sangat berharap mendapat support dari desa, sehingga peningkatan kualitas dan layanan program-program PAUD dan Dikmas bersinergi dengan program dan pendanaan desa.

“Ke depan diharapkan Bapak Kepala Desa bisa memfasilitasi rapat-rapat koordinasi minimal 2 kali dalam setahun, sosialisasi pada saat persiapan PPDB dan persiapan awal tahun pelajaran baru, sehingga masyarakat mengikuti perkembangan tentang tahapan program pendidikan secara umum,” tegasnya.

Dengan adana bimtek ini, tentu pemerintah desa, kader dan masyarakat akan lebih mengenal, mempunyai wawasan dan memiliki perencanaan yang terarah akan pentingnya pendidikan.

“Kami selalu siap mendampingi desa, terutama dalam peningkatan kualitas layanan program dan kelembagaan PAUD dan Dikmas di desa, sebagai tindaklanjut dari kebijakan Dirjen PAUD Dikmas berupa Gerakan Nasional PAUD Berkualitas,” terangnya.

Disisi lain peran istri kepala desa sangat strategis sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa juga sebagai Bunda PAUD Desa (Buku Pedoman Bunda PAUD diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bulan Maret tahun 2019 ) yang akan dioptimalkan fungsinya sebagai simbul dan tokoh desa yang peduli peningkatan PAUD di desanya. (wan)