SKB Kraksaan Latih WB Ketrampilan Pembuatan Aneka Kue

Sebagai lanjutan dari Program Keaksaraan Dasar (KD), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kraksaan melaksanakan program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) di Desa Bucor Kulon dan Glagah Kecamatan Pakuniran. Program KUM ini diikuti olej 70 Warga Belajar (WB) yang tergabung dalam 7 (tujuh) kelompok.

Program KUM ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan calistung (membaca, menulis dan berhitung) masyarakat supaya melek aksara dan pelatihan ketrampilan. Harapannya, selain nanti bisa melek aksara WB bisa memiliki bekal ketrampilan.

Kepala SKB Kraksaan Herry Eko Purnomo mengatakan program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) adalah bentuk layanan program melestarikan keaksaraan dengan memberdayakan masyarakat melalui kewirausahaan.

“Tujuan utama dari program Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) adalah meningkatkan keberdayaan penduduk buta aksara usia 15 tahun keatas melalui peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan dan berusaha secara mandiri,” katanya.

Menurut Eko, dalam hal ini WB diberikan keterampilan guna mengembangkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada sehingga masyarakat menjadi berdaya. Kegiatan ketrampilan ini diberikan supaya WB ada motivasi untuk berusaha dan memiliki tambahan pendapatan.

“Untuk ketrampilan ini, WB kami berikan pelatihan pembuatan aneka kue dari bahan dasar labu kuning. Dalam kesempatan tersebut WB diberikan materi bagaimana cara pembuatan aneka kue tersebut,” jelasnya.

Eko menerangkan pemberdayaan masyarakat melalui program Keaksaraan Usaha Mandiri dalam proses kegiatan pembelajarannya menekankan pada pendidikan ketrampilan yang berpeluang menjadi suatu bidang usaha yang sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki oleh warga belajar.

“Harapannya setelah kegiatan ini mereka bisa membuka usaha sendiri baik kelompok maupun perorangan, sehingga bisa menambah pendapatan dan meningkatkan perekonomiannya,” harapnya.

Lebih lanjut Eko menjelaskan pelatihan ketrampilan bagi WB ini bertujuan memberikan bekal ketrampilan untuk membuka usaha mandiri. “Minimal bisa membantu masyarakat maupun Pemerintah Daerah dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan buta aksara di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)