SMPN 2 Kraksaan Galakkan Program Miskantis

KRAKSAAN – Sebagai upaya memupuk kepedulian sosial para guru dan siswa, SMP Negeri 2 Kraksaan menggalakkan program Miskantis (Kamis Makan Gratis). Program Miskantis ini merupakan program Kamis Makan Gratis berupa nasi bungkus yang diperuntukkan bagi para abang becak setiap hari Kamis pagi mulai pukul 07.00 WIB.

Seperti yang terlihat Kamis (28/3/2019) pagi, puluhan nasi bungkus sudah tersedia di depan sekolah. Nantinya nasi bungkus yang merupakan hasil swadaya dari para guru ini akan dibagikan kepada para abang becak yang kebetulan lewat di depan SMPN 2 Kraksaan.

Kepala SMPN 2 Kraksaan Miswagiyanto mengatakan program Miskantis atau Kamis Makan Gratis adalah wujud kepedulian warga SMPN 2 Kraksaan, terutama para guru dan staff tata usaha sebagai penyandang dana terhadap sesama di lingkungan sekitar SMPN 2 Kraksaan.

“Makan gratis yang dimaksud adalah upaya kepekaan sosial dari para guru-guru secara sukarela, bergantian dan gotong royong dengan menyediakan beberapa nasi kotak atau nasi bungkus di area sekolah,” jelasnya.

Menurut Miswagiyanto, kegiatan ini dilatarbelakangi karena guru harus mempunyai kepekaan sosial terhadap sesama. Salah satunya bagaimana peduli minimal di tempat kerjanya sehingga diaplikasikan dalam bentuk program Miskantis. Selanjutnya aplikasi yang dilakukan oleh para guru ini bisa dicontoh oleh para siswa SMPN 2 Kraksaan.

“Program Miskantis ini bertujuan untuk menanamkan karakter kepada para anak didik SMPN 2 Kraksaan. Selain itu supaya ada keterikatan antara masyarakat dengan sekolah. Disamping untuk menjadikan identitas dan ciri khas tersendiri bagi sekolah kami. Karena yang jelas setiap hari Kamis, para abang becak akan ke SMPN 2 Kraksaan karena gurunya bagi-bagi nasi bungkus,” terangnya.

Ke depan Miswagiyanto berencana akan mengembangkan program Miskantis ini kepada para orang tua yang mampu. Kebetulan di masing-masing kelas sudah ada grup khusus para orang tua. “Setidaknya melalui program Miskantis ini akan tercipta kebersamaan diantara orang tua, masyarakat dan sekolah. Terlebih ada keberkahan dari kita memberi kepada selama, terutama abang becak,” tegasnya.

Dengan adanya program Miskantis ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, dapat dijadikan teladan bagi warga sekitar/para peserta didik SMPN 2 Kraksaan, meringankan beban (rasa lapar) kaum marjinal/tukang becak serta sebagai aktualisasi kompetensi sosial guru.

“Memberi makan orang yang kelaparan termasuk amalan yang dapat menghapus dosa-dosa, mengandung turunnya rahmat dan menyebabkan diterimanya tobat. Orang yang beriman harus melengkapinya dengan amal-amal sosial. Hal ini diperlukan langkah awal sebagai upaya menegakkan budaya positif di SMPN 2 Kraksaan,” pungkasnya. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 17 =