Tiga Sekolah Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Jawa Timur

PROBOLINGGO – Prestasi membanggakan dipersembahkan oleh 3 (tiga) sekolah di Kabupaten Probolinggo dalam program Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019. Ketiga sekolah tersebut diantaranya SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan dan SMPN 3 Gading.

Penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019 ini diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa kepada masing-masing kepala sekolah pada peringatan puncak Hari Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dengan tema nasional “Biru Langitku, Hijau Bumiku” di Komplek UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Kota Probolinggo, Minggu (28/7/2019).

Tahun ini, penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur ini diberikan kepada 100 sekolah terdiri dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) se-Jawa Timur

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bersama Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, DLH Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dan sekolah penerima penghargaan Adiwiyata se-Jawa Timur.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan dan SMPN 3 Gading dalam program Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019 dengan harapan mampu memotivasi sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Probolinggo untuk menerapkan sekolah yang berbasis lingkungan.

“Alhamdulillah, prestasi Kabupaten Probolinggo bertambah dengan diperolehnya penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata,” katanya.

Untuk program Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun ini jelas Hasyim, DLH Kabupaten Probolinggo mengusulkan 10 sekolah. Terdiri dari SDN Patokan 1, SDN Krucil 1, MIN 2 Probolinggo Kecamatan Maron, SMPN 3 Gading, SMPN 2 Kraksaan, SMPN 1 Kotaanyar, SMPN 1 Kraksaan, SMPN 1 Gending, SMPN 2 Besuk dan MTsN 2 Probolinggo Kecamatan Pajarakan.

“Dari 10 sekolah yang diusulkan, yang lolos evaluasi dokumen dan dilakukan verifikasi lapang dan dikunjungi oleh Tim Penilai Adiwiyata Provinsi Jawa Timur pada tanggal 26 April 2019 terdiri dari 4 sekolah meliputi SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan, SMPN 1 Gending dan SMPN 3 Gading dan sekolah yang tidak lolos administrasi sebanyak 6 sekolah. Setelah verifikasi lapang, akhirnya lolos 3 sekolah yakni SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan dan SMPN 3 Gading,” jelasnya.

Hasyim menerangkan penghargaan sekolah Adiwiyata ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah tentang sekolah yang berbudaya dan berwawasan lingkungan (Adiwiyata). Tujuannya, meningkatkan kapasitas sekolah untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata, meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM dalam pengelolaan program Adiwiyata serta meningkatkan partisipasi sekolah dalam upaya pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup dengan sekolah Adiwiyata (sekolah peduli dan berbudaya lingkungan).

“Semoga penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur ini bisa berkelanjutan di tahun depan. Mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang semakin banyak sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata baik tingkat Provinsi Jawa Timur maupun nasional,” harapnya. (wan)